
Mengapa ada begitu banyak logo di kredit video musik Lestari (Life We Can’t Waste)?
Siapa saja mereka, dan apa yang mereka lakukan?
Jawabannya tentu karena perubahan iklim adalah salah satu ‘wicked problem’ terbesar planet kita. Hal ini merupakan tantangan besar, atau ‘SANGAT BESAR’, yang hanya bisa kita tangani bersama.

Journey To Zero (JTZ) adalah fasilitator dari kampanye inspiratif ini. Gerakan gaya hidup sehat ramah lingkungan ini mengajak kita untuk mengurangi emisi dari penggunaan kendaraan bermotor dengan bersepeda, berjalan kaki, atau berlari. Anda juga dapat merekam aktivitas sehat anda di aplikasi mereka. Melalui #LestariProject, @yourjourneytozero mengajak kita untuk #BirukanLangit dalam kehidupan sehari-hari.

Katingan-Mentaya Project (KMP) adalah penggagas gerakan Journey To Zero. Konservasi lahan gambut terluas di dunia, yang dikelola oleh Rimba Makmur Utama berlokasi Kalimantan Tengah, ini juga secara proaktif mendukung 35 desa di sekitarnya. Salah satu produk desa yang mereka kembangkan adalah polybag biodegradable dan tas anyaman yang terbuat dari Purun (Lepironia Articulata Retz), tumbuhan liar rawa gambut yang ditampilkan dalam video ini. Beberapa gambar video 360° yang disutradarai oleh Upie Guava ini diambil di area Katingan-Mentaya Project.

Bluesville adalah sustainable fashion brand Indonesia yang menggunakan pewarna alami ramah lingkungan. Pakaian Nikita Dompas dan Herald Genio adalah koleksi mereka.

Pakaian Faye Risakotta dalam video klip ini adalah koleksi dari Ensamble The Label, brand fashion yang menjaga etika keberlanjutan dalam lingkungan kerja dan produknya. Lihat keseriusan tanggung jawabnya dalam Responsibility Report mereka.

Semua alas kaki dalam video ini adalah koleksi dari Pijak Bumi, merek sepatu nasional ramah lingkungan dengan semangat “Consiously Made #forBetterEarth.”

Pable Indonesia, praktisi circular fabric dengan semangat #wearecircular, menanggulangi perubahan iklim dengan pengolahan limbah kainnya. Aksesori kain pakaian Anda Perdana adalah tekstil Pable. Beberapa merek ramah lingkungan juga sudah menerapkan produknya sebagai bahan dasar produk berbahan dasar kain.

Aktivis transportasi non-emisi Ade Putri mengantar limbah hariannya ke stasiun sampah Rakosistem, perusahaan pengelola sampah yang mengumpulkan, memilah, memilih, mendistribusikannya ke pengolah sampah, dan melaporkan hasilnya melalui aplikasi.

Purupiru adalah agensi kehumasan yang fokus pada isu-isu berkelanjutan dan penyebaran informasinya melalui kemampuan hubungan medianya.

Yayasan SENADI sendiri dalam kampanye ini bertindak selaku adalah Mitra Pengetahuan (Knowledge Partner) yang mengembangkan ekosistem kolaborasi, menyiapkan informasi dasar untuk draft awal lirik lagu 3 bahasa ini, serta menyediakan data bagi informasi grafis dan visual pada video musiknya.

Beberapa pihak menyebut kolaborasi #LestariProject ini sebagai perwujudan nyata dari semangat UN-SDGs (Sasaran Berkelanjutan Persatuan Bangsa-Bangsa) no.17, yaitu ‘Partnership For The Goals’ (kemitraan untuk pencapaian tujuan).
🙏💪💙🇮🇩🌏
#Lestari #LestariUntukIndonesia #LifeWeCantWaste
#LestariProject