REVITALISASI MUSEUM KAYU SAMPIT Pengembangan Hasil Studi Kelayakan Awal

Sebagai representasi kemanusiaan modern, Museum Kayu Sampit memiliki peluang untuk hadir lebih dari sekadar monumen yang menarasikan kejayaan di masa lalu. Berpotensi untuk diposisikan sebagai wajah kultural dari Kota Sampit, Museum Kayu Sampit membutuhkan perspektif pemaknaan kritis untuk membingkainya sebagai penanda penting kemajuan peradaban dan wajah masa depan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) secara keseluruhan.

Dengan mengeksplorasi perspektif kritis akan kekayaan alam Kabupaten Kotim pada umumnya, dan Kota Sampit pada khususnya, hasil studi kelayakan awal program Revitalisasi Museum Kayu Sampit ditindaklanjuti ke tahap pengembangan potensi (visioning). Kekayaan alam tanah dan air dinarasikan ulang untuk membangun peradaban Kota Sampit baru sebagai Kota Hutan dan Sungai yang maju, mandiri, dan menghargai lingkungan alam sekitarnya.

Diusulkan sebagai program revitalisasi terintegrasi, agenda revitalisasi Museum Kayu Sampit diharapkan tidak hanya mencakup pembangunan fisik, tetapi juga rangkaian kegiatan aktivasi penunjang ekosistem keberlanjutannya. Difasilitasi PT Rimba Makmur Utama (PT RMU) sebagai mitra dari Dinas Kebudayaan dan Periwisata Pemerintah Kabupaten Kotim, rekomendasi tersebut telah dipaparkan kepada Bupati Kotim, Bapak Halikinoor, beserta jajarannya, pada 25 Maret 2022 di Kota Sampit.